Warga Minta Solusi ke Desa Malah Terancam Kehilangan Aset Mereka Satu-satunya

Sosial Uncategorized

POSWARTA.com – Magelang Sungguh malang nasib yang menimpa warga masyarakat desa Buni Rejo Kec Kaliangkrik Kab Magelang pada 26/2/2024.

Bagai pepatah jawa “Anak Polah Bopo Kepradah ”. Agus Soleh sebagai kepala rumah tangga bermaksud mengetahui masalah yang menimpa anaknya kepada Kepala Desa dan berharap ada solusi jalan keluar tentang hutang anaknya. Namun justru dia merasa dijebak oleh kepala desanya. Peristiwa ini terjadi berawal dari hutang piutang antara H R dan Abdur Rahman. Abdurahman adalah anak dari Agus Solih H R telah menyerahkan pinjaman kepada Abdurahman sejumlah seratus juta rupiah [100,000.000.] uang tersebut langsung di serahkan ke Abdurahman dari Agus Solih Karena yang meminjam uang tersebut adalah Abdurahman dan disaksikan Zaenal dan H R saat berada di rumah Agus Solih.

Dari saat diterima uang tersebut pihak peminjam terus menerus membayar kewajiban bayarnya sampai satu tahun Namun dianggapan oleh pemberi pinjaman di anggap hanya bayar bunga saja, sampai berita ini di tayangkan awak media.

mengkonfirmasi ke kepala desa dan perangkat desa akan kebenaran peristiwa yang terjadi dialami warganya sendiri yang bernama Agus Solih Bertemulah dengan kepala desa dan sekertaris desa menyampai kan’Kami selaku pemerintah desa sudah lakukan sesuai sarat ketentuan yang berlaku dan memang sertifikat masih atas nama warga kami Agus Solih , Dan bilamana sertifikat tanah Nya belum ke terima Agus Solih.

Saya sebagai kepala desa kurang baik bagaimana terhadap warga tidak bisa makan saja saya bantu anaknya bermasalah dengan hukum saya bantu, Besok kita selesaikan di Polsek saja ungkap kepala desa dan sekertaris desa. Di tempat terpisah Gigih Laksono S.H selaku kuasa hukum dari keluarga Agus Solih memberikan tanggapan nya.kami akan lakukan upaya hukum atas apa yang di alami klain kami ini kenapa demikian kami sudah ikuti mediasi di Polsek Kaliangkrik hampir 4 kali akan tetapi Belum menemukan titik temu , Dan klien kami mau mengajukan pembuatan sertifikat nya karena Tujuannya agar dapat segera di gadaikan untuk membantu anaknya Abdurrahman untuk menolong anaknya bayar hutang kepada H R, dan kepala desa juga mengatakan kepada klien kami Agus Solih akan bertanggung jawab untuk mengambil bersama ketika sertifikat jadi.

Tetapi hasil mediasi nya kenapa sertifikat atas nama klain kami belum di serahkan ke kami alasan dari pihak notaris bernama Muhammad Nurkholis apabila hutangnya Abdurahman ke mbak H R di selesaikan Dulu,Serta membayar jasa pembuatan sertifikatnya ke kantor kami senilai delapan juta rupiah [8.000,000.] Di sampaikan oleh penasihat hukum notaris Zarkasi sa,Bana SH dan kagetnya kami bahwa saat mediasi kami di kasih lihat bahwa ada kwitansi jual’ beli antara Agus Solih Dan pemberi pinjaman ke anak nya Abdurahman Dan di situlah Agus Solih tidak merasa tanda tangan jual’ beli tanda tangan hanya saat permohonan pembuatan sertifikat Padahal tidak ada hubungan antara Agus Solih Dan hutangnya Abdurahman ini. (Untung SW)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *