Desa Prampelan, Kecamatan Sayung Kabupaten Demak Tenggelam

Uncategorized
WARGA DESA PRAMPELAN BERADA DALAM KUBANGAN AIR DI PENGUNGSIAN

POSWARTA.COM, Demak – Desa Prampelan, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah Terendam Banjir.”Rata-rata rumah tidak bisa di huni karena kedalaman air antara 0,5-1 meter” kata Ibu Fatikhah, perangkat desa Prampelan saat dihunungi. “Akhirnya mereka pada ngungsi sampai sekarang”.banjir mulai terjadi sejak (13/03/2024) yang disebabkan oleh, putusnya tanggul Dombo, limpasan dari Semarang, dari arah selatan, dan intensitas curah hujan cukup tinggi, disamping itu desa Prampelan memang daerah cekung sehingga air susah untuk keluar. Terang wanita anggota Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Demak yang sudah lima hari tidak pulang.

PENGUNGSI WARGA PRAMPELAN YANG MASIH MEMBUTUHKAN BANTUAN LOGISTIK MAKANAN UNTUK BERBUKA PUASA

Selanjutnya wanita yang terpaksa kerja lembur di kantor Pemdes dan tidur di Sekolah Dasar (SD) yang letaknya berselahan itu menjelaskan bahwa para warga mengungsi dibeberapa tempat, di rumah saudara, SD, Fasum, dan di Gedung Olah Raga (GOR) KOJA desa prampelan.Yang menginap di GOR berjumlah 224 jiwa dari 4016 jumlah warga desa Prampelan dan 1306 KK.

WARGA PRAMPELAN TERPAKSA MELEWATI KUBANGAN AIR DALAM BERAKTIFITAS

Sedang yang lainnya mengungsi di tempat lain. Banjir kali ini lebih besar dari sejak saya kecil dan secara menyeluruh desa kami tergenang air. Untuk pembuatan dapur umum/posko mengalami kesulitan dan satu-satunya yang bisa dilakukan di sebelah kantor Pemdes” jelas wanita yang sangat aktif di organisasi PPDI Kabupaten Demak. (Naurah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *