Kampung Kerupuk di Dukuh Kali Tekuk, Desa Ngaluran, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak

Uncategorized
SALAH SATU JENIS KERUPUK PRODUKSI KAMPUNG KERUPUK KALITEKUK, KERUPUK RANTE

POSWARTA.COM, Demak – Banyak yang belum tau adanya kampung kerupuk di desa Ngaluran, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Usaha kerupuk sudah menjadi mata pencaharian warga Desa Ngaluran yang sebagian besar adalah pengusaha kerupuk. Kampung kerupuk terletak di Kecamatan Karanganyar yang berada di ujung timur Kabupaten Demak, berbatasan dengan Kabupaten Kudus, kampung yang memiliki suasana kehidupan yang dinamis dan seimbang diantara industri dengan kesejahteraan penduduknya. Kampung kerupuk dijadikan untuk sentra ekonomi penghasil kerupuk.

Kerupuk yang diproduksi salah satunya adalah kerupuk dengan digoreng menggunakan pasir yang bahan bakunya (pasir) didatangkan dari daerah Grobogan, Jawa Tengah.
Banyak jenis kerupuk yang diproduksi tanpa minyak goreng, ada kerupuk kotak atau jengki, rante, ya uuk (semprong), dari beberapa jenis kerupuk, jenis kotak yang paling banyak diminati.

JENS KERUPUK KOTAK, PALING BANYAK DIMINATI PENIKMAT KERUPUK GORENG PASIR

“dari sekian banyak jenis kerupuk, jenis kerupuk kotak yang paling banyak diminati di pasaran” ungkap Khaerudin (40), pengusaha kerupuk di kampung Kalitekuk.

Orang yang pertama kali usaha cemilan kerupuk adalah mbah Komar.
” cikal bakal yang memproduksi kerupuk di kampung ini adalah mbah Komar” jelas lelaki yang akrab disapa dengan sebutan pak Din saat ditemui poswarta.com.

Terdapat ratusan warga yang mengembangkan usaha kerupuk .
“Banyak warga yang mengembangkan usaha kerupuk, ada seratus lebih warga yang menggelutinya” tambah Khaerudin menjelaskan.
Warga dukuh Kalitekuk menjadikan pengolahan kerupuk menjadi matapencaharian utama karena mereka tidak memiliki lahan pertanian, menciptakan lapangan kerja, dan melestarikan peninggalan orang tua.

PRODUKSI KERUPUK di RUMAH PRODUKSI BAPAK KHAERUDIN, JELANG HARI RAYA OMZET MENINGKAT

“sebelum tahun 2010 saya membantu orang tua, setelah orang tua saya meninggal dunia, usaha kerupuk saya lanjutkan sebagai upaya untuk melestarikan pekerjaan yang diwariskan orang tua” ungkap Khaerudin menjelaskan.
Usaha kerupuk goreng pasir di Kampung Kalitekuk tidak hanya memenuhi permintaan pasar lokal Jawa Tengah saja, namun sudah merambah ke pasar nasional, seperti Kalimantan, Jawa Barat, Jawa Timur dan daerah lain di Indonesia, namun masih berbentuk barang mentah.

Kendala utama usaha kerupuk adalah berkaitan cuaca. Jika musim penghujan kesulitan saat proses penjemuran bahkan dapat mengakibatkan kerupuk menjamur.

Pembinaan dan bantuan masih terasa minim dan perlu adanya program tindak lanjut. “Lima tahun lebih tidak ada pembinaan terhadap para pengusaha kerupuk utuk mendongkrak perekonomian di kampung tersebut. Kerupuk merupakan makanan camilan yang gurih dan juga enak yang pas di kantong kita dengan harga yang sangat besahabat”.

Kelebihan kerupuk di Kampung Kalitekuk dibandingkan dengan yang lainnya adalah kerupuk diproduksi tidak menggunakan bahan pengawet dan tanpa kolesterol. Meskipun bersaing dengan pabrik kerupuk yang memiliki teknologi yang canggih, tidak dapat menggantikan kampung kerupuk yang membuatnya dengan cara alamiah.

Pusat oleh oleh Sentral Industri di Kampung Kerupuk Kalitekuk, Ngaluran, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak dapat di akses dengan sangat mudah bahkan ketika masuk kedalam desanya sudah disambut dengan bau kerupuk dan diperlihatkan pemandangan kerupuk yang masih basah sedang dijemur disetiap halaman dan jalan. (Naurah)

Cara Menggoreng Kerupuk Tanpa Minyak Goreng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *