Trichoderma, sp Berfungsi Sebagai Organisme Pengurai, Agen Hayati dan Stimulator Pertumbuhan Tanaman

Uncategorized

poswarta.com – Rinda (BPP Demak),

Jamur trichoderma sp. (poktan ngudi utami, doc.)

Trichoderma sp disamping sebagai organisme pengurai, dapat pula berfungsi sebagai
agen hayati dan stimulator pertumbuhan tanaman. Trichoderma, sp dapat menghambat
pertumbuhan serta penyebaran racun jamur penyebab penyakit bagi tanaman seperti
cendawan Rigdiforus lignosus, Fusarium oxysporum, Rizoctonia solani, Fusarium monilifome,
sclerotium rolfsii dan cendawan Sclerotium rilfisil. Penggunaan pupuk biologis dan agen
hayati Trichoderma sp sangat efektif mencegah penyakit busuk pangkal batang, busuk akar
yang menyebabkan tanaman layu, dan penyakit jamur akar putih pada tanaman karet.
Penggunaan pupuk biologis dan biofungisida Trichoderma, sp memang tidak memperlihatkan
dampak manfaatnya secara langsung seperti pupuk ataupun fungisida kimia. Dengan
penggunaan rutin secara berkala pupuk biologis dan biofungisida Trichoderma, sp akan
memberikan mafaat yang lebih baik daripada pupuk dan fungisida kimia.
Berdasarkan Jurnal Agroteknos keluaran Universitas Halu Oleo, trichoderma adalah
salah satu jenis jamur atau fungi yang bisa bermanfaat sebagai biokontrol.
Hal ini sebab karakter antagonis fungi tersebut bagi jamur lainnya, terutama yang bersifat
patogen. Aktivitas antagonis ini meliputi parasitisme, predasi atau pembentukkan toksin
antibiotis. Bagi keperluan bioteknologi agen biokontrol ini juga bisa diisolasi dari trichoderma,
lalu berguna menangani masalah kerusakan tanaman akibat penyakit atau parasit pada inang
Melansir laman resmi Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bali, salah satu cara membuat
pupuk alami trichoderma secara mudah adalah dengan “memancing” mereka keluar dari habitat
aslinya.
Salah satu lokasi yang paling cocok untuk memanjang fungi ini keluar adalah huta
bambu. Caranya dengan memasukkan nasi ke dalam bambu yang sudah terbelah, lalu tanamkan
di sekitar area hutan.
Ukuran kedalaman tanam sendiri berkisar 10-20 cm. Kemudian, biarkan selama 5-10 hari
sampai jamur tersebut keluar dengan tanda corak bewarna putih, hijau atau biru pada
permukaan nasi.
Selain cara di atas, langkah eksplorasi pupuk trichoderma juga bisa kita lakukan dengan metode
isolasi :

  • Keruk tanah dari area hutan bambu sebanyak 1-2 kg;
  • Sipkan Ember atau media lain yang dapat digunakan untuk mengisolasi jamur;
  • Masukkan tanah yang sudah disiapkan ke dalam ember sampai sepertiga bagian;
  • Kemudian letakkan daun bambu di atas permukaan tanah di dalam ember tersebut;
  • Letakkan nasi di atas permukaan daun, lalu tebarkan secara merata;
  • Tutup wadah dengan kain, namun jangan terlalu rapat atau kedap udara; dan
  • Tunggu 5-15 hari sampai jamur berwarna putih, hijau atau biru keluar.

Cara perbanyakan jamur Tricoderma sp:

  1. 3 kg beras dicuci bersih
  2. Kemudian dikukus selama kurang lebih 90 menit (diperkirakan beras telah lengket tapi tidak terlalu masak)
  3. beras yang telah dikukus dimasukkan dalam kantong plastik ukuran 1 kg.
  4. Plastik hanya diisi campuran beras dan sekam kukus setengahnya saja, tidak penuh.
  5. Kemudian dikukus kembali selama 1 jam.
  6. Angkat dan dinginkan dalam ruangan yang bersih (steril) selama 12 jam.
  7. Masukkan biang trichoderma, sp kedalam kantong plastik tersebut dan dikocok sampai tercampur rata.
  8. Kantong plastik diikat rapat dan simpan pada ruangan yang bersih dan terhindar dari sinar matahari.
  9. Setelah 1 atau 2 minggu kemudian jamur Trichoderma, sp akan terlihat tumbuh, inilah yang disebut starter Trichoderma, sp.
  10. Starter siap dibiakkan atau digunakan pada media tanah, pupuk kandang atau kompos.•

(Rinda/BPP Mranggen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *